Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Antisipasi Spionase, Rombongan Presiden AS Wajib Buang Suvenir dari China Sebelum Naik Pesawat

Moh Wasil Haqqullah17 Mei 202615.30 WIB
Antisipasi Spionase, Rombongan Presiden AS Wajib Buang Suvenir dari China Sebelum Naik Pesawat

SUARBERITA.COM - Langkah pengamanan ketat mewarnai kepulangan rombongan kepresidenan Amerika Serikat (AS) usai melakoni kunjungan diplomatik di Beijing, China. Seluruh anggota delegasi, termasuk staf Gedung Putih dan awak media, diperintahkan untuk menyingkirkan dan membuang semua barang pemberian otoritas China sebelum mereka diizinkan melangkah masuk ke dalam pesawat kepresidenan, Air Force One.

Kebijakan tegas ini diberlakukan pada Jumat (15/5/2026), sesaat setelah Presiden Donald J. Trump bersama delegasinya menyelesaikan pertemuan tingkat tinggi bilateral selama dua hari dengan Presiden Xi Jinping. Di area tangga pesawat, sebuah wadah khusus telah disiapkan sebagai tempat pembuangan benda-benda tersebut.

Berbagai jenis barang yang dikumpulkan dan dibuang meliputi ponsel sekali pakai (burner phone) milik staf, kartu identitas khusus (tanda pengenal kredensial), hingga aksesori kecil seperti pin kerah jas yang sebelumnya dibagikan oleh pihak tuan rumah. Berdasarkan laporan dari jurnalis New York Post yang ikut dalam penerbangan tersebut, Emily Goodin, aturan ini bersifat mutlak demi memastikan tidak ada satu pun objek asal China yang masuk ke dalam kabin pesawat.

Lebih lanjut Emily menyatakan "Tidak ada barang dari China yang diizinkan masuk ke dalam pesawat." Dikutip melalui Republika.co, Minggu (17/05/2026).

Selama agenda pertemuan di Beijing, sejumlah tokoh penting AS memang terlihat mengenakan pin pemberian tersebut pada pakaian mereka. Beberapa di antaranya adalah Presiden Trump sendiri, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, bos Apple Tim Cook, bos Nvidia Jensen Huang, hingga para personel pengawal presiden (Secret Service). Namun, demi alasan keamanan nasional, semua atribut tersebut harus ditinggalkan di landasan pacu sebelum lepas landas menuju Washington.

Tindakan pembersihan suvenir dan perangkat komunikasi ini mencerminkan tingginya kewaspadaan serta ketegangan terselubung dalam aspek keamanan siber dan intelijen antara AS dan China. Meskipun kedua kepala negara melakukan pertemuan formal secara diplomatis, protokol ketat pembuangan barang ini membuktikan bahwa pemerintah AS tetap memprioritaskan langkah preventif guna menghindari potensi penyusupan alat penyadap atau spionase pada aset negara yang sangat vital seperti Air Force One.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!