SUARBERITA.COM -Sejumlah peneliti memperkirakan fenomena El Nino akan terus menguat dan berpotensi menjadi yang terkuat dalam 150 tahun terakhir. Kondisi ini diprediksi dapat meningkatkan suhu global pada 2027 mendatang.
Ilmuwan iklim dari Berkeley Earth, Zeke Hausfather, menyebut puncak El Nino kali ini berpeluang melampaui rekor sebelumnya berdasarkan hasil pemodelan iklim.
"Bukan tidak mungkin peristiwa ini, bersama dengan perubahan iklim, bisa meningkatkan suhu rata-rata global tahun 2027 hingga 1,7 derajat celcius di atas rata-rata pra industri," ujarnya, dikutip dari Nature, Rabu (29/7/2026), dikutip dari CNBC Indonesia
Jika prediksi tersebut terjadi, kenaikan suhu global akan melewati batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, yakni 1,5 derajat celcius.
Indikasi penguatan El Nino terlihat sejak Juni melalui peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik serta perubahan pola angin yang menjadi lebih kuat.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) memperkirakan El Nino dapat berlangsung hingga April 2027. Ahli meteorologi NOAA, Michelle L'Heureux, mengatakan tanda-tanda interaksi atmosfer dan laut di Samudera Pasifik menunjukkan potensi terjadinya El Nino yang sangat kuat.
"Saat ini, kita melihat semua penanda keterkaitan atmosfer-laut yang sangat kuat di seluruh Samudera Pasifik khatulistiwa, memberikan keyakinan kita akan melihat El Nino sangat kuat yang termasuk dalam El Nino terkuat dalam catatan sejarah," ujarnya Michelle.
Selain berdampak pada cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, El Nino juga berpotensi menekan perekonomian global. Peneliti Dartmouth College, Justin Mankin, memperkirakan El Nino saat ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi hingga US$10 triliun pada 2032.

