SUARBERITA.COM - Analis komunikasi politik Universitas Padjajaran (Unpad), Kunto Adi Wibowo, percaya pasar akan bereaksi secara rasional terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan di Sidang Paripurna DPR pada 20 Mei 2026. Menurut Kunto, kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam pidato ekonominya merupakan tanda awal dari sinyal positif pemerintah. Namun, ia menekankan bahwa pasar akan memantau implementasi dari pidato tersebut di lapangan.
Dikutip dari kompas.tv (20/5/2026), Kunto menyatakan, meski pernyataan Presiden menarik, yang lebih penting adalah bagaimana niatan baik tersebut diterjemahkan ke dalam praktik nyata. Implementasi pidato Prabowo harus terlihat dalam kebijakan fiskal, bukan sekadar di atas kertas. Ia menegaskan bahwa pasar menantikan kebijakan yang benar-benar direalisasikan setelah pidato tersebut.
Lebih lanjut, Kunto menggarisbawahi pengumuman Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang pemotongan anggaran Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu sinyal positif yang mendapat respons baik dari pasar. Ia mencatat bahwa saham indeks gabungan menunjukkan pergerakan positif, menandakan harapan dari pasar terhadap kebijakan pemerintah. Kunto mencatat bahwa pasar cenderung bersikap ‘wait and see’ karena langkah-langkah berikutnya masih menjadi tanda tanya.
Kunto juga mencatat bahwa jika pidato Presiden Prabowo berhasil menginspirasi dan mendorong birokrasi untuk mengimplementasikan kebijakan yang diusulkan, maka pasar kemungkinan besar akan memberikan respons positif. Dengan demikian, keberhasilan pidato tidak hanya ditentukan oleh kata-kata, tetapi juga oleh aksi nyata yang mengikuti.

