Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Anak Muda Diminta Tak Bergantung Jadi ASN, Prabowo Dorong Jiwa Wirausaha

Abd Munib23 Mei 202616.00 WIB
Anak Muda Diminta Tak Bergantung Jadi ASN, Prabowo Dorong Jiwa Wirausaha

SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia tidak sebatas bercita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan inovasi di tengah persaingan global.

Oleh karen itu, pemuda harus berani terjun ke dunia usaha dan membangun bisnis mandiri. “Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah. Tapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha,” terang Prabowo saat sidang paripurna DPR dikutip dari metrotv, Kamis (21/5/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah tengah menyiapkan program pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship guna mencetak lebih banyak pelaku usaha muda. Ia menilai sektor swasta yang dinamis sangat diperlukan untuk memperkuat perekonomian nasional.

Menurutnya, seorang pengusaha harus memiliki keberanian mengambil risiko, kemampuan manajerial, serta inisiatif dan kreativitas untuk mengembangkan usaha. Karena itu, pemerintah juga akan memberikan dukungan berupa akses kredit bagi perusahaan rintisan atau startup yang dibangun anak muda setelah menyelesaikan pendidikan kewirausahaan.

“Kita harus dorong mereka, memberi kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru. Demokrasi ekonomi artinya janganlah yang itu-itu saja,” tutur Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pembenahan tata kelola ekonomi nasional bukan berarti mengurangi peran sektor swasta. Dia justru menilai Indonesia memerlukan kolaborasi antara negara dan dunia usaha melalui konsep Indonesia Incorporated yang mengedepankan semangat gotong royong dan kekeluargaan.

Prabowo menilai sistem ekonomi Indonesia perlu mengambil sisi terbaik dari kapitalisme dan sosialisme. Negara, menurutnya, tetap harus hadir untuk memberikan perlindungan, pengawasan serta menjamin keadilan dan pemerataan ekonomi bagi seluruh masyarakat.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mendorong perubahan pola pikir generasi muda. Dengan harapan orientasi mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan kerja di tengah tantangan persaingan global.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!