Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Hukum

Akhir Pelarian Andre "The Doctor", Pemasok Sabu Koh Erwin Ditangkap di Malaysia

Ulfa Safira8 April 202613.24 WIB
Akhir Pelarian Andre "The Doctor", Pemasok Sabu Koh Erwin Ditangkap di Malaysia

SUARBERITA.COM - Buron pemasok sabu, Andre Fernando alias "The Doctor", tiba di Bareskrim Polri pada Senin (6/4). Setelah ditangkap di wilayah Penang, Malaysia, Andre diketahui merupakan pemasok narkotika bagi bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Hubinter Polri dan Police Diraja Malaysia pada Minggu (5/4).

Saat tiba di Bareskrim, Andre terlihat mengenakan borgol dengan kedua kaki diperban. Ia kemudian digiring menggunakan kursi roda menuju gedung Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Andre Fernando alias "The Doctor" (32) sebagai daftar pencarian orang (DPO). Ia disebut sebagai distributor sabu yang memasok narkotika kepada Ko Erwin.

Kasus yang melibatkan Ko Erwin juga menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota Malaungi.

Andre diketahui sebagai pemasok sabu yang dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Pada Januari 2026, Ko Erwin disebut dua kali melakukan transaksi dengan Andre.

Transaksi pertama dilakukan senilai Rp400 juta untuk 2 kilogram sabu. Sementara transaksi kedua juga bernilai Rp400 juta dengan jumlah sabu seberat 3 kilogram.

"Ko Andre atau 'The Doctor' menyediakan narkoba berbagai jenis diantaranya sabu, vape yang mengandung etomidate dan happy water," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, dilansir dari CNNIndonesia.com

Eko menambahkan, Andre memiliki jaringan di wilayah Riau. Ia diduga memasukkan cartridge vape yang mengandung etomidate bermerek Ferrari dan Lamborghini melalui jalur laut dari Malaysia menuju Dumai, Riau.

"Sedangkan untuk (pengiriman) narkotika jenis sabu pengirimannya kebanyakan menggunakan kargo uang di-packing (lalu) dimasukkan ke dalam boneka dan dibungkus ala kotak kado," pungkasnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!