Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

92 Anak Usaha Tiga BUMN Dikonsolidasikan, Danantara Genjot Perampingan Korporasi

Abd Munib23 Mei 202615.00 WIB
92 Anak Usaha Tiga BUMN Dikonsolidasikan, Danantara Genjot Perampingan Korporasi

SUARBERITA.COM - Sebanyak 92 anak perusahaan dari tiga badan usaha milik negara (BUMN) akan dikonsolidasikan dalam program transformasi dan perampingan korporasi yang diawasi Badan Pengelola (BP) BUMN bersama BPI Danantara. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menciptakan struktur BUMN yang lebih efisien, fokus pada bisnis inti dan memiliki daya saing lebih kuat.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan hingga kini sekitar 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui skema transformasi mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi hingga pembubaran perusahaan.

“Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony dikutip dari CNBC, Kamis (21/5/2026).

Transformasi besar dilakukan di tubuh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Grup. Jumlah entitas usaha Pelindo akan dipangkas dari 41 perusahaan menjadi 24 entitas pada 2026 melalui 17 aksi korporasi strategis.

Langkah tersebut dilakukan melalui merger, divestasi, likuidasi hingga konsolidasi vertikal antarentitas usaha. Pelindo juga diarahkan memperkuat fokus pada bisnis inti guna meningkatkan efisiensi serta daya saing sektor logistik dan maritim nasional.

Selain Pelindo, transformasi juga dilakukan di PT Perkebunan Nusantara. Jumlah entitas usaha PTPN dipangkas dari 65 perusahaan menjadi 18 perusahaan sebagai bagian dari konsolidasi industri perkebunan nasional. Pemerintah menilai langkah tersebut dapat memperkuat tata kelola, efisiensi operasional dan produktivitas sektor perkebunan.

Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG juga memangkas jumlah entitas usaha dari 40 perusahaan menjadi 12 entitas utama. Transformasi SIG memasuki fase eksekusi pada kuartal II-2026 melalui merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi logistik, integrasi kawasan industri ke ekosistem Danantara hingga divestasi entitas non-strategis.

Transformasi tersebut diperlukan agar BUMN memiliki struktur bisnis yang kompetitif menghadapi tantangan industri nasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!