SUARBERITA.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih memimpin perolehan kursi sementara dalam pemilu Israel. Namun, keunggulan tersebut belum cukup untuk memastikan blok pendukungnya mampu membentuk pemerintahan baru.
Mengutip Al Jazeera pada Kamis (29/10/2026), penghitungan sementara menunjukkan blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi di Knesset, sedangkan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi.
Adapun 19 kursi lainnya diproyeksikan jatuh ke partai-partai Arab. Komposisi ini membuat pembentukan pemerintah masih menjadi tantangan bagi kedua kubu.
Untuk menguasai mayoritas parlemen Israel yang memiliki 120 kursi, sebuah blok membutuhkan sedikitnya 61 kursi. Artinya, blok Netanyahu masih kekurangan delapan kursi untuk mencapai ambang tersebut.
Hasil itu juga belum final. Surat suara khusus, termasuk dari personel militer dan diplomat, masih harus dihitung sehingga komposisi kursi berpotensi berubah.
Pemilu ini menjadi ujian politik bagi Netanyahu setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang menyusulnya. Meski bloknya unggul dalam penghitungan sementara, jalan menuju pemerintahan baru masih bergantung pada negosiasi koalisi.
Dengan demikian, keunggulan Netanyahu belum otomatis menjamin dirinya dapat mempertahankan dukungan mayoritas di parlemen.

