Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

808 Hektare Sawah di Pandeglang Terdampak Kekeringan, Petani Terancam Rugi

M Rayhan Wildani K10 Agustus 202608.09 WIB
808 Hektare Sawah di Pandeglang Terdampak Kekeringan, Petani Terancam Rugi

SUARBERITA.COM - Kekeringan mulai memberi tekanan kepada petani di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang mencatat 808 hektare sawah terdampak kekeringan yang tersebar di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 738 hektare masuk kategori kekeringan ringan, 50 hektare sedang, 17 hektare berat, dan 3 hektare lainnya sudah mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Tanaman Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati, mengatakan kondisi lahan masih terus dipantau karena luas sawah terdampak dapat berubah mengikuti cuaca dan ketersediaan air.

"Jumlah keseluruhan yang terdampak 808 hektare," kata Nuridawati, Senin dikutip dari detik (10/8/2026).

Bagi petani, kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya air di lahan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil panen yang nantinya menjadi sumber pendapatan mereka.

Terlebih, terdapat 17 hektare sawah yang sudah masuk kategori kekeringan berat dan 3 hektare mengalami puso. Lahan yang gagal panen tentu membuat biaya yang sebelumnya dikeluarkan petani, mulai dari benih, pupuk hingga tenaga kerja, berisiko tidak kembali. Jika kondisi kering terus meluas, kerugian petani juga berpotensi bertambah karena semakin banyak tanaman yang tidak mampu tumbuh atau menghasilkan panen secara maksimal.

DPKP Pandeglang menyebut sebagian lahan yang terdampak masih memungkinkan menghasilkan panen. Namun, kondisi tersebut tetap bergantung pada perkembangan cuaca dan ketersediaan air di masing-masing wilayah.

"Luasan lahan terdampak masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan kondisi cuaca serta ketersediaan air di lahan pertanian," ujarnya.

Bagi petani, hujan dalam beberapa waktu ke depan bukan hanya soal cuaca, tetapi juga menentukan apakah tanaman yang sudah ditanam masih bisa diselamatkan hingga masa panen.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!