Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

72 Migran Tewas, Ribuan Warga Maroko Masih Bertahan di Ceuta di Tengah Krisis Kemanusiaan

Chaterina R3 Agustus 202614.22 WIB
72 Migran Tewas, Ribuan Warga Maroko Masih Bertahan di Ceuta di Tengah Krisis Kemanusiaan - Foto 1
1/2

SUARBERITA.COM - Krisis migran di wilayah Spanyol, Ceuta, belum sepenuhnya berakhir. Meski arus kedatangan mulai berkurang, ribuan warga Maroko masih bertahan di wilayah tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka menghadapi keterbatasan makanan, air bersih, hingga tempat tinggal, sementara sebagian lainnya memilih kembali ke Maroko setelah menyadari situasi di Ceuta jauh dari harapan.

Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, (2/8), jumlah korban jiwa akibat gelombang penyeberangan massal itu kini mencapai 72 orang, setelah lima jenazah kembali ditemukan di kawasan pesisir. Korban diduga meninggal saat mencoba menyeberangi laut menuju Ceuta.

Banyak migran awalnya nekat meninggalkan Maroko karena berharap memperoleh kehidupan yang lebih baik di Eropa. Namun, setibanya di Ceuta mereka justru mendapati fasilitas penampungan yang kewalahan menampung pendatang. Kondisi itu membuat banyak orang harus bertahan di ruang terbuka dengan akses bantuan yang terbatas.

Sejumlah migran juga mengaku informasi yang mereka peroleh sebelum berangkat tidak sesuai kenyataan. Mereka mengira dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke daratan utama Spanyol, padahal pemerintah Spanyol memperketat pengawasan dan membatasi pergerakan para pendatang illegal.

“Kami datang untuk memperbaiki hidup, bukan untuk dibohongi,” ujar Brahim, seorang pekerja toko roti asal Fez yang memutuskan menyeberang setelah melihat ajakan di media sosial.

Pemerintah Spanyol kini terus memperkuat pengamanan di Ceuta, termasuk dengan menambah personel keamanan dan memasang penghalang terapung di sepanjang garis pantai untuk mencegah gelombang penyeberangan berikutnya. Di sisi lain, negara-negara Uni Eropa juga mulai membahas langkah bersama untuk memperketat perlindungan di perbatasan eksternal kawasan tersebut.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!