SUARBERITA.COM - Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di provinsi tersebut. Kementerian Kehutanan menyiapkan 104 personel untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah lokasi.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Kehutanan pada 23 Oktober 2026, terdapat 1.712 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat selama periode 23 September hingga 22 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 1.604 titik berada di Kabupaten Ketapang.
Pada pemantauan hingga 22 Oktober pukul 23.59 WIB, Kalimantan Barat mencatat 39 titik panas. Sebanyak 37 titik di antaranya terdeteksi di Ketapang.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperkuat penanganan karhutla melalui penugasan personel Manggala Agni di beberapa lokasi prioritas.
Kemenhut membagi 104 personel ke tiga wilayah. Sebanyak 20 personel disiapkan untuk menangani karhutla di Cagar Alam Muara Kendawangan, Desa Seriam. Sementara itu, 44 personel ditugaskan ke Desa Pembedilan dan 40 personel lainnya ke wilayah Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Buana Megatama Jaya.
Dalam rilis tersebut, kedatangan personel dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober 2026. Mereka direncanakan menjalankan penugasan selama 14 hari untuk mempercepat penanganan kebakaran di lokasi sasaran.
Penanganan Diperkuat Lintas Sektor
Selain mengerahkan personel kehutanan, pemerintah juga membahas penguatan dukungan lintas sektor. Dalam rapat yang dipimpin Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Polri merencanakan penambahan sekitar 300 personel, sedangkan TNI merencanakan tambahan 400 personel.
Dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dibahas untuk ditingkatkan dari tujuh menjadi 17 personel.
Namun, angka tersebut masih berupa rencana penguatan yang disampaikan dalam rapat. Belum dapat dipastikan seluruh personel tambahan telah tiba dan bertugas di lapangan.
Tingginya jumlah titik panas di Ketapang menjadi perhatian dalam upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Barat. Meski demikian, titik panas merupakan indikator hasil deteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan jumlah kejadian kebakaran yang telah terverifikasi.
Karena itu, penanganan di lapangan tetap membutuhkan pemeriksaan langsung untuk memastikan lokasi kebakaran, kondisi terkini, serta kebutuhan pemadaman.
Pengerahan personel diharapkan mempercepat respons terhadap kebakaran di wilayah sasaran, sekaligus memperkuat upaya mencegah api meluas ke kawasan hutan dan lahan di sekitarnya.

