Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

1.464 Kasus TBC di Lapas dan Rutan, Menteri Imipas Soroti Dampak Overkapasitas

Moh Wasil Haqqullah30 Juni 202613.00 WIB
1.464 Kasus TBC di Lapas dan Rutan, Menteri Imipas Soroti Dampak Overkapasitas

SUARBERITA.COM - Kesehatan di lembaga pemasyarakatan menjadi sorotan serius. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, membeberkan data mengenai penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) yang menimpa warga binaan di berbagai rutan dan lapas di Indonesia.

Data terbaru per Maret 2026 mencatat prevalensi TBC sebesar 0,54 persen dengan temuan 1.464 kasus dari total 271.994 warga binaan di seluruh Indonesia. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa tingginya angka penularan ini tidak lepas dari permasalahan overcapacity atau kepadatan hunian yang kronis di rutan dan lapas.

Menurut Agus, kondisi ruang tahanan yang sempit dan minim sirkulasi udara menjadi faktor utama percepatan penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis antar warga binaan. "Angka prevalensi yang tinggi ini terjadi salah satunya karena situasi lapas rutan Indonesia saat ini mengalami over kapasitas," ujar Agus saat menghadiri kick off pengecekan TBC di Lapas Nusakambangan. Dikutip dari Detik, Senin (29/6/2026).

Menanggapi situasi ini, kementerian bekerja sama dengan Kemenkes menginisiasi program skrining kesehatan gratis sebagai bentuk mitigasi. Langkah ini diambil untuk menekan angka penularan, mengingat lingkungan lapas yang tertutup memiliki risiko tinggi penyebaran penyakit menular jika tidak ditangani dengan sistem deteksi dini yang rutin dan komprehensif bagi setiap warga binaan.

Kasus TBC di rutan dan lapas menjadi pengingat kritis akan pentingnya reformasi layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Pemerintah harus segera mengatasi persoalan kepadatan hunian sekaligus memperkuat sistem deteksi dini secara konsisten. Pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan merupakan tanggung jawab negara yang harus diutamakan demi keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!